Tuesday, 13 December 2011

Kita Dicipta Berpasang-Pasangan...


ALLAH menciptakan segala yang ada di alam ini berpasang-pasangan. Saling melengkapi, saling mengisi, bekerjasama, imbang-mengimbangi, mempengaruhi satu sama lain dan saling menyempurnakan.
Dengan  berpasang-pasangan itu, jika salah satunya tiada, yang lain bakal merasa kehilangan, timbul berbagai masalah dan persoalan lainnya.
Bagaikan malam dengan siang atau umpama tangan kanan dan tangan kiri. Kaya dan miskin, penguasa dan rakyat , ulama dan awam dan  seterusnya.
Pernahkah kita membayangkan adanya siang tanpa ada malam? Lantas apa gunanya dan apa maknanya? Atau sebaliknya ada malam tanpa ada siang? Yang ada, bakal muncul masalah. Sehingga Allah menyoal hal itu kepada kita di dalam Al-Quran untuk kita berfikir, yang bermaksud:  
“Katakanlah, Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?” (al-Qashah: 71-72)
Siang dan malam adalah pasangan serasi yang memungkinkan terjadinya kehidupan di muka bumi. Jika bumi hanya memiliki siang saja, maka kehidupan di muka bumi ini bakal musnah kerana terlalu panas. Permukaan bumi bakal mendidih hanya dalam hitungan beberapa ratus jam saja.
Sebaliknya jika bumi hanya memiliki malam, di bumi pun tidak akan muncul kehidupan kerana permukaan bumi bakal membeku. Juga hanya dalam hitungan ratusan jam saja.
Pergantian siang dan malam itulah yang menyebabkan munculnya mekanisme kehidupan secara sempurna di muka bumi. Allah menjadikan siang dan malam demi terciptanya kehidupan manusia di dalamnya. Itulah yang digambarkan Allah dalam berbagai ayat-Nya.
Bukan hanya soal siang dan malam sahaja Allah menciptakan pasangan. Kaya miskin juga adalah  pasangan yang serasi. Bolehkah anda bayangkan jika manusia di muka bumi ini kaya semua? Siapakah yang mahu melayani yang lain? Demikian juga bila miskin semua, siapa yang bakal membiayai kehidupan sosial? Maka, kehidupan sosial kita bakal berhenti kerananya.
Dalam hal yang lebih khusus Allah SWT menyebut tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia pun diciptakan berpasang-pasangan. Termasuk segala sesuatu, yang tidak kita ketahui.
Lelaki adalah pasangan wanita. Demikian pula sebaliknya. Jika mereka tidak berpasangan atau memilih pasangan yang lain, maka hasilnya adalah masalah. Baik secara individual ataupun sosial. Keduanya saling melengkapi dan memerlukan.
Mereka yang tidak berpasangan, ia menyalahi fitrahnya. Malangnya di zaman moden ini ramai yang tidak mengakui hikmah berpasangan. Ada yang berasa hidup lebih menyenangkan jika bersendirian. Mereka menganggap perkahwinan menjadi beban kepada mereka. Mereka menurut kata hati berbanding fitrah yang ditetapkan.
Hasilnya masyarakat tidak berkembang, umat Islam berkurangan dan mereka tidak sedar mereka sudah mengingkari perintah Allah SWT dan Rasulullah s.a.w. Kembalilah kepada fitrah dan nikmatilah hikmah di sebalik tabir perkahwinan.

No comments:

Post a Comment